Benar dan Salah menjadi Ahmadiyah

Oleh: Sidiq Mustakim, lulusan Al-Amien Prenduan kemudian studi di Al-Azhar University Cairo.

Aksi kekerasan dan anarki terjadi beberapa waktu yang lalu terhadap Ahmadiyah di Pandeglang Banten merupakan demonstrasi dari adanya kalangan masyarakat yang tidak terima dengan keberadaan Ahmadiyah di negeri ini. Baik itu disebabkan oleh kebingungan karena tidak tahu apa hakikat dan bagaimana mensikapi Ahmadiyah, atau disebabkan karena adanya provokasi dari kalangan tertentu yang menginginkan perpecahan pada anak bangsa ini.

Tanpa mengetahui apa yang dimaksud dengan Ahmadiyah kita tidak bisa mengetahui akar permasalahan yang terjadi. Siapa yang salah, siapa yang benar dan apa yang melatar belakanginya.

Ahmadiyah pada awalnya merupakan aliran Islam sufi berasal dari daerah Qadian Punjab India yang didirikan oleh seorang sufi bernama Mirza Ghulam Ahmad pada abad 19 Masehi, tepatnya pada 1889, dengan ajaran yang memiliki perbedaan mendasar  dengan aliran-aliran Islam lainnya dalam hal kepercayaan pada Imam Mahdi dan kedatangan ke dua Isa Al-masih.

Nama Mirza Ghulam Ahmad mulai melambung ketika dia pada awal perjuangannya selalu tampil dalam dialog ataupun debat antar agama Islam dan Kristen. Dia selalu berada di barisan terdepan dalam membela Islam ketika diserang oleh kaum Jesuit (tokoh-tokoh Kristen), sampai pada akhirnya sekitar tahun 1888 dia mendeklarasikan diri sebagai Reformer Umat Islam (mujaddidul ummah) serta menjelaskan kepada pengikutnya bahwa posisinya dalam berdakwah adalah sama dengan apa yang dilakukan oleh Isa Al-masih. Namun pada saat itu dia belum menyatakan diri sebagai Isa Al-masih.

Baru pada tahun 1889 Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai Imam Mahdi dan berlanjut dengan mengklaim diri bahwa dirinya adalah Isa Al-masih, yang dijanjikan turun pada akhir masa sebagaimana disebut-sebut dalam hadits-hadits Rasul, pada tahun 1891.

Tidak hanya itu Mirza juga berkehendak untuk merangkul umat Hindu yang ada di India, sehingga pada tahun 1904 dia menyatakan diri sebagai Krishna. Hal tersebut mengundang kemarahan dari umat Hindu Aria yang tidak hanya menyerang diri Mirza melainkan juga menyerang nabi Muhammad secara habis-habisan dalam sebuah buku.

Pokok-pokok ajaran Ahmadiyah

Di balik klaimnya sebagai Imam Mahdi maupun Isa Al-masih, Mirza Ghulam Ahmad, memiliki keinginan untuk menyatukan seluruh umat beragama yang ada di dunia ini, dan menghilangkan peperangan ataupun kebencian yang disebabkan oleh doktrin agama.

Namun pada kenyataannya, perbedaan tidaklah bisa dihindari karena karakter dan keinginan manusia akan selalu berbeda. Ajaran Ahmadiyah sendiri pecah menjadi dua: Ahmadiyah Qadian, dan Ahmadiyah Lahore. Kedua aliran Ahmadiyah ini memiliki pokok-pokok ajaran yang berbeda.

Ahmadiyah Qadian

Setidak-tidaknya aliran Ahmadiyah Qadian ini memiliki 8 rukun iman (kepercayaan) berikut ini:

•    Iman dan percaya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabinya
•    Percaya bahwa kumpulan sajak yang dibuat oleh Mirza Ghulam Ahmad dalam kitab Tadzkirah adalah wahyu Allah dan kitab sucinya
•    Tadzkirah memiliki kedudukan yang sama dengan Al-quran, secara posisi maupun derajatnya
•    Nabi Muhammad bukanlah nabi terakhir yang diutus Allah untuk manusia, karena kenabian tidaklah putus sampai hari kiamat
•    Kota Qadian dan Rabwah di India adalah kota suci sebagaimana kota Makkah dan Madinah di Saudi Arabia
•    Qadian dan Rabwah di India adalah tempat di mana surga itu berada, karena ke dua tempat tersebut adalah tempat turunnya wahyu
•    Jamaah Ahmadiyah tidak boleh (haram) menikah dengan non-Ahmadiyah, terutama bagi kaum perempuan.
•    Tidak sah (haram) shalat jamaah bersama non-Ahmadiyah, apalagi kalau jadi makmum

Ahmadiyah Lahore

Adapun aliran Ahmadiyah Lahore ini memiliki sedikit perbedaan pandangan (mungkin bisa dikatakan jauh) mengenai sosok Mirza Ghulam Ahmad. Mereka memiliki keyakinan sebagaimana akan disebutkan berikut ini:

•    Ahmadiyah Lahore percaya bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah seorang yang menjalankan dan mengembangkan misi nabi Muhammad
•    Mirza bukanlah seorang nabi melainkan Mujaddid atau pembaharu umat Islam
•    Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir dan tidak akan ada lagi nabi setelahnya
•    Wahyu kenabian telah tertutup, namun wahyu kewalian tetap ada untuk memperbaiki keadaan umat. Dan Mirza adalah wali yang ditunjuk Allah untuk perbaikan tersebut
•    Percaya pada Mirza Ghulam Ahmad bukan merupakan rukun Iman maupun rukun Islam, sehingga orang yang tidak percaya dengannya tidak dianggap sebagai orang kafir
•    Aliran Ahmadiyah Lahore percaya dan ikut mengamalkan ajaran-ajaran yang telah ditetapkan dalam Al-quran, Hadits dan Ijma’ ulama Ahlussunah wal jamaah

Sikap terhadap Ahmadiyah

Dari penjelasan-penjelasan tentang Ahmadiyah tersebut kita bisa dengan jelas menilai bahwa ada kelompok dari Ahmadiyah yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, yaitu kelompok yang berada dalam aliran Ahmadiyah Lahore, karena mereka tetap berpegang kepada tiga asas utama dalam Islam, yaitu Al-quran, Hadits dan Ijma’ Ulama serta tidak menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi maupun Al-masih ataupun Al-mahdi. Dengan demikian mereka adalah Islam.

Sedangkan kelompok yang berada pada Ahmadiyah Qadian, mereka harus disadarkan bahwa Isa Al-masih maupun Al-mahdi belum turun ke muka bumi, dan bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanya seorang manusia biasa yang mendalami tasawuf. Kata-katanya yang menyatakan dirinya Al-masih maupun Al-mahdi ataupun Krishna hanyalah sebuah usaha untuk menyatukan umat beragama yang pada saat itu selalu ribut dan sering terjadi perang yang disebabkan oleh perbedaan keyakinan.

Adapun kepercayaan terhadap turunnya Isa Al-masih maupun Imam Al-mahdi tidaklah bertentangan dengan ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Ajaran tersebut banyak disebutkan dalam hadits-hadits Rasul yang menjelaskan tentang tanda-tanda datangnya Kiamat. Ajaran tersebut wajib dipercaya oleh seluruh umat Islam tanpa terkecuali, karena jika tidak percaya akan hal tersebut berarti tidak percaya dengan ajaran Rasulullah SAW.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.