Hidup yang banyak pilihan ini membuat makhluk yang menjalaninya menjadi bingung, dan tidak henti-henti bertanya-tanya: mau yang mana? Yang itu bagus, yang ini indah, sebelah sana cakep dan seterusnya. Apalagi kalau berurusan dengan siapa yang akan berhak mendampingi hidup kita?
Hidup berkeluarga bukanlah sekedar berteman dan pada masa waktu yang singkat, melainkan untuk hidup bersama selama kita masih bisa menghirup udara bumi ini. Lama hidup kita akan kita habiskan bersama pasangan kita, dan pernikahan itupun seharusnya hanya terjadi sekali dalam hidup. Kalau tidak careful dalam memilih kita akan bersegera untuk memutuskan ikatan suci untuk hidup bersama ini.
Kebanyakan orang memang hanya memandang hidup secara pendek dan tidak punya visi dalam hidupnya sehingga dalam memilih pasanganpun hanya asal comot dan menarik dari sisi luar, tidak pernah berpikir kalau dalam hubungan serius seperti ini tidaklah cukup hanya mengandalkan performa luar yang kadang hanya menipu mata yang melihatnya.
Saya sangat tidak setuju dengan pandangan masyarakat kebanyakan yang hidup di Indonesia bahwa tugas istri hanyalah menemani suami, apalagi hanya pemuas nafsu sang suami dan harus nurut semua apa kata suami. Semua itu merendahkan nilai kemanusiaan yang memberi nilai yang sama antara laki-laki dan perempuan.
Persamaan inilah yang harus diperhatikan ketika berpikir untuk menentukan pasangan hidup. Apakah si dia bisa bekerjasama dengan kita dalam membangun kehidupan panjang yang akan kita lalui bersama. Kita hidup hanya sekali, pasti ada sesuatu yang ingin kita capai selama hidup yang sangat terbatas ini.
Tujuan hidup bersama adalah agar bisa mempermudah kita dalam mencapai visi dan misi yang ingin kita raih dalam hidup ini. Mengingat hidup hanya terbatas sekali saja, dan kita tidak bisa mengulanginya, kita akan sangat merugi jika kita salah pilih dalam menentukan teman hidup, dan tidak bisa bekerjasama dalam menulis sejarah hidup kita. Kita akan menyesal selamanya jika kita gagal dalam perjalanan karir hidup.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Pasangan, teman hidup | Leave a Comment »